September 24, 2012

MINYAK KELAPA SAWIT, SUMBER ENERGI TERBARUKAN


Minyak kelapa sawit diperoleh dari hasil pengolahan buah kelapa sawit segar dengan kandungan asam lemak yang bervariasi, baik dalam panjang maupun struktur rantai karbonnya. Panjang rantai karbon dalam minyak kelapa sawit berkisar antara atom karbon C12-C20. Komposisi asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa sawit sangat menentukan sifat fisik dan kimianya.

Tabel 1. Komposisi asam lemak minyak kelapa sawit
Asam Lemak
Jumlah (%)
Asam kaprilat
-
Asam kaproat
-
Asam miristat
0,9 – 1,5
Asam palmitat
41,8 – 46,8
Asam laurat
0,1 – 1,0
Asam stearat
4,2 – 5,1
Asam palmitoleat
0,1 – 0,3
Asam oleat
37,3 – 40,8
Asam linoleat
9,1 – 11,0
Sumber : Hui, 1996

Tabel 2. Sifat fisiko-kimia minyak kelapa sawit
Sifat
Jumlah
Bilangan Penyabunan (mg KOH/ mg minyak)
190,1 - 201,7
Bilangan iod (wijs)
50,6 - 55,1
Melting point  (0C)
31,1 - 37,6
Indeks refraksi (500C)
1,455 - 1,456
Sumber : Hui, 1996
Kelapa sawit merupakan sumber bahan baku penghasil minyak terefisien dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Salah satunya adalah sebagai bahan baku pembuatan bioenergi, yaitu biodiesel. Secara garis besar, minyak kelapa sawit dihasilkan dari pengolahan daging buah menjadi CPO (crude palm oil) dan pengolahan inti buah atau kernel yang menjadi PKO (palm kernel oil). 
Gambar 1. Buah sawit dan bagian-bagiannya
Produk-produk turunan minyak kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel di antaranya CPO ( crude palm oil ) CPO low grade ( kandungan FFA tinggi ), PFAD, dan RBD olein. Sebelum diolah menjadi biodiesel, CPO membutuhkan proses pemurnian (Degumming) yang bertujuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa pengotor yang terdapat dalam minyak, seperti gum dan fosfatida. Secara umum, proses pengolahan buah kelapa sawit menjadi CPO dan PKO ditnjukkan oleh gambar berikut.

Gambar 2. Diagram alir pengolahan minyak sawit



Gambar 3. Diagram alir pengolahan minyak menjadi biodiesel
Di Indonesia sendiri, perkebunan kelapa sawit sudah dikembangkan dalam skala besar dan saat ini Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak kelapa sawit terbesar. Oleh sebab itu, minyak kelapa sawit ini sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi bioenergi karena pasokan untuk bahan baku pembuatan biodiesel tersedia dengan cukup banyak di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar