Maret 16, 2013

Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dalam Peningkatan Citra Kelapa Sawit Indonesia dalam Perdagangan


Prospek Kelapa sawit Indonesia yang baik diharapkan memberikan manfaat yang sangat menguntungkan baik dalam pembangunan ekonomi nasional, pembangunan wilayah dan solusi pemecahan masalah penganguran, kemiskinan dan pembangunan daerah. Komoditi sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang prospektif dan peluang untuk pengembangannya cukup terbuka pada hampir semua sub system dalam usaha agribisnis perkelapasawitan.

Terbukanya peluang tersebut selain karena dukungan potensi sumber daya yang dimiliki (lahan yang sesuai agroklimat, tenaga kerja, teknologi, ketersediaan varietas / jenis unggul, dan tenaga ahli), juga karena kemampuan daya saing minyak sawit dari negara produsen lainnya, ataupun dengan komoditas substitusi lainnya seperti antara lain: minyak kedelai, minyak rape seed dan minyak bunga matahari (Sun Flower Oil Seeds).

Produksi CPO nasional pada tahun 2010 mencapai 20,8 Juta Ton. Tahun 2011 produksi CPO akan diperkirakan meningkat 21 Juta Ton. Dengan prospek sawit yang potensial, dihadapkan dengan citranegatif kelapa sawit, yaitu pengembangan kelapa sawit yang tidak mengikuti kaidah-kaidah pelestarian lingkungan hidup. Peranan penting minyak sawit dalam perekonomian nasional, potensi pengembangannya ke depan, comparative advantage yang dimiliki, serta adanya permasalahan, maka harus dibuat suatu strategi kebijakan nasional yang operasional, yang mencakup semua sub system agrobisnis on farm (perkebunan), sub system agrobisnis hilir (industri minyak sawit dan turunannya).
Pemerintah Indonesia dalam hal inimenekankan kepada para pelaku usaha perkelapasawitan akan mengacu kepada Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) bukan kepada Roundtable on Sustainable Palmh Oil (RSPO). Pada prinsipnya ISPO sudah punya daya saing, dan aturan ISPO wajib (mandatory) bagi seluruh pelaku perkelapasawitan dan diharapkan ketentuan ini dapat meningkatkan pengembangan perkelapasawitan Indonesia. ISPO sendiri secara resmi direncanakan akan diresmikan Menteri Pertanian pada bulan Maret 2011. Beberapa hal yang diterapkan dalam pembukaan lahan baru sesuai dengan Prinsip ISPO:
  1. Tersedia SOP/ Instruksi atau prosedur teknis pembukaan lahan baru kelapa sawit.
  2. Pembukaan Lahan dilakukan tanpa bakar dan memperhatikan konservasi lahan.
  3. Sebelum pembukaan lahan dilakukan, pelaku usaha wajib melakkan studi kelayakan   dan AMDAL.
  4. Lahan tidak dapat ditanami dengan kemiringan < 30%, lahan gambut dengan Kedalaman < 3 meter dan hamparan lebih dari 70%. Lahan adat, sumber air, situs   sejarah dan sebagainya tetap dijaga kelestariaanya.
  5. Untuk pembukaan lahan gambut hanya dilakukan pada lahan kawasan budidaya dengan ketebalan gambut , 3 meter, kematangan saprik (matang) dan hemik (setengah matang) dan di bawah gambut bukan merupakan lapisan pasir kuarsa atau lapisan tanah sulfat asam serta mengatur drainase untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
  6. Khusus untuk lahan gambut harus dibangun sistem tata air (water management) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  7. Pembuatan sarana jalan, terasering, rorak, penanaman tanaman penutup tanah dalam rangka konservasi lahan.
  8. Tersedianya rencana kerja tahunan (RKT) pembukaan lahan baru.
  9. Kegiatan pembukaan secara terdomentasi (dan pernyataan pelaku usaha bahwa pembukaan lahan dilakukan tanpa bahan bakar.)
Pada saat ini, Indonesia Sustanainable Palm Oil sudah memasuki tahap finalisasi serta pembahasan mekanisasi sertifikasi. Diharapkan dengan ketentuan dan peraturan tersebut perluasan minyak sawit di pasar Internasional tidak mendapatkan suatu kendala.
(Sources: Data BPS, Berbagai sumber terkait, data diolah; F. Hero K. Purba2011)


Trik Budidaya Jamur Tiram Putih


Budidaya Jamur Tiram Putih menjadi bisnis produksi jamur yang semakin bagus prospeknya dan sangat menjanjikan. Jamur tiram putih besar sekali manfaatnya untuk kesehatan dan juga dapat di masak dengan berbagai menu masakan yang nikmat. Budidaya jamur tiram putih sangat menjanjikan sebab cara budidayanya tidak sulit dan permintaan pasar terhadap jamur tiram putih sangat besar.
Trik Budidaya Jamur Tiram Putih adalah dengan melengkapi segala keperluannya. Bahan-bahan dan alat yang diperlukan adalah : 
A. Bahan-bahan :
Bibit jamur harus yang berkualitas.
Bekatul.
Air bersih untuk membasahi bekatul.
Kapur dolomite untuk mengatur PH.
Tepung jagung.
Kapas.
Serbuk gergaji ( serguk gergaji kayu yang homogen bukan heterogen ) dan hindari   serbuk kayu yang bergetah.
Bag Log 
B. Alat-alat :
Kumbung jamur atau ruangan khusus untuk mengatur suhu panas dan dingin. Baca :   Cara membuat kumbung jamur
Rak Jamur.
Alat pengepres untuk pemadatan campuran media.
Alat pengaduk bibit ( Spatula ).
Cara budidaya jamur tiram putih :
1. Media
Serbuk gergaji ditambahkan air dengan kelembaban kira-kira 50 – 65%.
Apabila dicampur dengan tepung jagung maka kompsisinya adalah tepung jagung (   10% ), bekatul ( 10% ), dan serbuk gergaji ( 80% ). Apabila tanpa tepung jagung maka   serbuk gergajinya 15% dan 85%.
Campur dengan macam-macam media sampai rata.
Kasih kapur dolomite hingga PH menjadi netral atau 7.
2. Pengemasan Media
Masukkan dalam plastik bahan-bahan media yang sudah tercampur dengan rata.
Media kemudian dipres dengan rapat namun pada mulut pastiknya di beri cincin yang   fungsinya untuk memasukkan bibit jamur nantinya.
Tutup ujung media dengan kapas agar tak terkena uap.
 3. Seterilisasi
Trik budidaya jamur tiram tak lepas dengan yang namanya sterilisasi media. Sebab media yang di gunakan harus bersih dari microbia pathogen seperti bakteri dan jamur.
 Berikut ini trik seterilisasi media :
Masukkan dulu sepatula yang akan di gunakan untuk menyebarkan bibit agar tidak   merepotkan saat seterilisasi alat.
Sepatula sebaiknya di bungukus dengan plastik dan di tutup agar lebih aman.
Masukkan dan tata media dalam drum pemanas untuk proses sterilisasi.
Panaskan media hingga suhunya mencapi 90 derajat dan bisarkan selama 8 sampai   9 jam.
Biarkan drum tetap tertutup untuk menghindari penguapan air pada tepi plastik.
 4. Inokulasi Bibit Jamur
Cuci tangan dengan sabun anti kuman dan semprot dengan alkohol 70% untuk   meminimalisir kontaminan.
Angkat dan keluarkan sepatula dari plastik.
Buka tutup wadah bibit dan aduk dengan sepatula yang sudah seteril.
Buka kapas di mulut plastik dan masukkan bibit setelah itu tutup kembali dengan   kapas.
Pasang kembali tutup media.
Bibit siap di inkubasi.
 5. Cara Inkubasi
Letakkan media yang sudah di beri  bibit pada rak pentimpanan.
Lama inkubasi kurang lebih 40 hari dengan suhu optimal 22 hingga 28 derajat celsius.
 6. Pemeliharaan
Selama masa pemeliharaan penutup baglog sebaiknya sedikit di buka.
Usahan ventilias udaranya lancar agar dapat mensuplai oksigen dengan baik.
Lakukan penyiraman setiap hari terutama pada saat tengah hari untuk   mempertahankan kelembaban udara.
 7. Panen
Jamur tira putih sudah bisa di panen jika badan jamur sudah tumbuh besar dan lebar.
Dalam budidaya jamur tiram putih yang perlu di perhatikan adalah kelembaban. namun semakin lembab lingkungannya semakin meicu terjadinya kontaminan. Oleh sebab itu jika budidaya jamur tiram putih dilakukan di tempat yang lembab sebainya kadar nutrisinya dikurangi untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyakit.

Sumber: http://peluangusaha-oke.com/trik-budidaya-jamur-tiram-putih/


Peluang Ekspor Cokelat Indonesia Tinggi


BOGOR, KOMPAS.com — Konflik di Timur Tengah tidak berpengaruh pada ekspor produk pertanian Indonesia selama pemerintah tetap mengontrol atau tidak menaikkan harga bahan bakar minyak dalam negeri. Sementara itu, konflik di Pantai Ganding sangat diharapkan dapat memengaruhi ekspor produk pertanian Indonesia, khususnya cokelat.
Wakil Menteri Pertanian Bayu Khrisnamurti menyatakan hal tersebut kepada wartawan setelah membuka kegiatan Pesta Petani Muda Indonesia (Pestani) di Kampus Institut Pertanian Bogor di Darmaga, Kabupaten Bogor, Rabu (6/4/2011) siang.
Ia menjelaskan, konflik Timur Tengah memang dapat memengauhi harga BBM yang menjadi tinggi. Jika harga BBM tinggi, maka hal itu memang secara tidak langsung dapat memengaruhi harga pangan. Pertama, hal itu akan menyebabkan harga pupuk mahal karena bahan baku pupuk antara lain dari gas, yang harganya sangat terpengaruh harga BBM. Kedua, hal tersebut berpengaruh ke biaya transportasi. Jika BBM naik, maka biaya tranportasi menjadi tinggi.
"Di Indonesia, hal itu tidak terjadi karena harga BBM kita masih dijaga pemerintah. Namun, secara internasional, ketika kita melakukan ekspor dan lain-lain, biaya BBM ini akan mempengaruhi," kata Bayu.
Walau demikian, pada sisi lain, kenaikan harga BBM dunia ini memberi pengaruh positif, yakni kenaikan harga biofuel. "Kenaikan biofuel ini membuka peluang bisnis kita, terutama kelapa sawit, karena permintaan akan meninggi," katanya.
Melihat konflik lebih luas lagi, Wakil Menteri Pertanian mengatakan bahwa pihaknya mencoba melihat secara positif konflik yang terjadi di Pantai Gading, Afrika, selaku penyuplai terbesar kakao atau cokelat dunia.
"Konflik di sana membuat negara itu tidak mengekspor cokelatnya sama sekali. Hal itu membuat potensi dan peluang cokelat Indonesia sangat terbuka lebar. Ini yang sedang kami coba usahakan untuk memanfaatkan peluang itu," ujarnya.  
Indonesia serbu AS.
Bayu Khrisnamurti juga membantah bahwa produk pertanian Amerika Serikat akan menyerbu pasar Indonesia. Ini karena negara berencana meningkatkan ekspor. "Justru Indonesia yang berencana meningkatkan ekspor pertanian ke Amerika Serikat. Kakao adalah salah satu produk pertanian yang sangat berpeluang meningkatkan ekspor kita ke negara itu," katanya.
Ekspor produk sawit pun akan ditingkatkan karena AS menerapkan kebijakan yang baik bagi biofuel, yakni mensyaratkan aspek lingkungan yang berkelanjutan. "Kita memproduksi satu sampai dua juta ton CPO, yang ditanam secara berkelanjutan," katanya.
Mengenai Pestani, ini adalah kegiatan yang diprakarsai Kodam III/Siliwangi yang bekerja sama dengan IPB. Ada sekitar 700 pemuda yang ikut kegiatan tersebut setelah lolos seleksi yang dilakukan oleh Korem 061/Suryakencana, Bogor.
Pemuda itu terdiri dari petani dan mahasiswa serta 110 bintara pembina masyarakat (babinsa) yang bertugas di Jawa Barat. Para pemuda ini akan mendapat pengetahuan dan pelatihan pertanian selama empat hari, yaitu 6-9 April 2011.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Moeldoko mengatakan, babinsa diikutsertakan dalam kegiatan tersebut karena sebagai ujung tombak TNI di masyarakat, mereka diharapkan juga menjadi pendamping petani.
"Kami bekali babinsa dengan wawasan dan pengetahuan pertanian agar ketika bersama petani, mereka dapat menjadi pendamping petani dalam meningkatkan produksi pertaniannya. Hal ini juga merupakan bentuk kepedulian TNI dalam mewujudkan ketahanan pangan masyarakat," ungkapnya.
sumber : http://www.fateta.ipb.ac.id/index.php/Artikel/peluang-ekspor-cokelat-indonesia-tinggi